IDB didirikan oleh OKI (Organisasi Kerjasama Islam), Indonesia pendiri dan anggota IDB dengan membayar iuran yang cukup tinggi tapi belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, termasuk pesantren.
Seyogyanya pesantren Kebarangan mempelopori pemanfatan IDB dalam rangka Li i'lai kalimatillah.